dbidn.com – Kegemilangan Tim IEA ( Indonesia Equestrian Archery) memperoleh 5 Medali untuk Indonesia dalam International Multi Sport Event BRICS Games 2024 Kazan, Rusia.
BRICS Games adalah sebuah ajang kompetisi olahraga multinasional yang diinisiasi oleh negara-negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Nama “BRICS” merupakan singkatan dari inisial masing-masing negara tersebut. Tujuan utama dari BRICS Games adalah untuk mempromosikan kerjasama dalam bidang olahraga antara negara-negara anggota, serta memperkuat hubungan bilateral di bidang budaya dan olahraga.
Pertama kali digelar pada tahun 2017 di China, BRICS Games diadakan setiap dua tahun sekali. Acara ini menjadi platform penting bagi atlet dari negara-negara BRICS dan juga negara-negara undangan lainnya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga. Selain mempererat hubungan diplomatik, BRICS Games juga bertujuan untuk membangun rasa persatuan dan solidaritas di antara negara-negara anggota, serta meningkatkan pemahaman masyarakat internasional terhadap kultur dan nilai-nilai yang dimiliki oleh masing-masing negara.
Pada BRICS Games 2024, tuan rumahnya adalah Kazan, Rusia. Kazan dipilih sebagai kota tuan rumah untuk event tersebut, yang merupakan ajang kompetisi multinasional antara negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), serta negara-negara tamu lainnya yang berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga.
BRICS Games menghadirkan kompetisi yang beragam, meliputi berbagai cabang olahraga yang mencakup atletik, renang, judo, tinju, sepak bola, dan masih banyak lagi. Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet dari berbagai negara, BRICS Games menjadi ajang yang bergengsi dan sangat dinantikan setiap kali diadakan.
Kejayaan gemilang Tim Indonesia Equestrian Archery (IEA) dalam International Multi Sport Event, BRICS Games 2024 di Kazan, Russia, telah mengukir sejarah baru dalam perjalanan olahraga Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan besar dengan sumber daya terbatas, IEA mampu mempersembahkan prestasi gemilang dengan meraih 3 medali perak dan 2 medali perunggu dari cabang olahraga horseback archery.
BRICS Games 2024, sebuah pesta olahraga skala internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, berhasil menarik perhatian 90 negara yang berpartisipasi dalam 27 cabang olahraga berbeda. Dengan jumlah atlet mencapai 4.751 orang, kompetisi ini menjadi ajang unggulan bagi para pelaku olahraga global untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Berlangsung selama 12 hari mulai dari 10 hingga 21 Juni 2024, BRICS Games menampilkan persaingan sengit di 17 venue berbeda, termasuk cabang olahraga non-olimpiade seperti horseback archery yang diikuti oleh IEA.
IEA, yang beranggotakan para atlet muda berbakat Arsa Wening Arrosyad dan Ferryanda Fahmi, menjelma menjadi penjelajah di medan yang belum familiar bagi olahraga Indonesia secara umum. Dalam horseback archery, mereka mampu menembakkan panah dengan keahlian luar biasa sambil mengendalikan kuda mereka dengan penuh kelincahan. Arsa Wening Arrosyad mencatatkan namanya di sejarah dengan meraih medali perak untuk kategori individu Tabla T4, serta medali perunggu dalam kategori Juara Umum. Sementara itu, dalam kategori tim nasional, Arsa Wening dan Ferryanda Fahmi meraih medali perak untuk Tabla T4 dan medali perunggu untuk Raid233, menyumbang pada pencapaian gemilang sebagai Juara Umum II.
Manajer Tim IEA, Ranu Hidayat, dengan bangga menyampaikan bahwa perjalanan IEA menuju BRICS Games 2024 adalah hasil dari tekad dan kerja keras tanpa henti. “Kami berjuang dengan segala kemampuan dan sumber daya yang kami miliki untuk bisa berkompetisi di Rusia. Kami menyadari bahwa kami berada di cabang olahraga non-olimpiade, yang mana persiapannya kami lakukan secara mandiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah seperti negara-negara lain,” ujar Ranu dengan tegas.
Tantangan yang dihadapi IEA tidaklah sedikit. Hanya dengan dua atlet yang mewakili Indonesia dalam tiga cabang olahraga yang berbeda, mereka harus menjalani jadwal yang padat dan melelahkan. “Pagi kompetisi Tent Pegging, siang beralih ke Dzhigitovka, dan besoknya ulang lagi. Kami harus siap secara fisik dan mental untuk menghadapi dua cabang olahraga dalam satu hari,” tambah Ranu, yang juga berperan sebagai motivator utama bagi Arsa dan Ferryanda.
Keberhasilan IEA dalam mencapai podium dalam horseback archery tidak hanya menunjukkan keahlian teknis dan ketangguhan fisik atlet-atlet Indonesia, tetapi juga merupakan bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan determinasi yang tinggi mampu mengatasi segala keterbatasan. Meskipun IEA masih dalam proses membangun keberadaannya dalam olahraga internasional, pencapaian mereka di BRICS Games 2024 memberikan dorongan besar untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat global.
Selain itu, kehadiran IEA di kancah internasional juga memberikan pelajaran berharga bagi pengembangan olahraga di Indonesia. Dengan dukungan yang lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait, potensi atlet-atlet muda Indonesia dalam berbagai cabang olahraga dapat lebih optimal untuk bersaing secara global. Ranu Hidayat menekankan perlunya dukungan yang lebih besar untuk atlet-atlet masa depan, “Kami berharap agar keberhasilan ini menjadi titik balik bagi olahraga Indonesia untuk lebih serius lagi mengembangkan bakat-bakat muda di berbagai cabang olahraga.”
Sebagai kesimpulan, perjalanan gemilang Tim Indonesia Equestrian Archery dalam BRICS Games 2024 adalah bukti nyata bahwa semangat juang tanpa kenal lelah mampu membawa hasil yang gemilang. Dengan prestasi 3 medali perak dan 2 medali perunggu, IEA telah mengukir sejarah baru dalam olahraga Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mengejar mimpi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.